Tampilkan postingan dengan label SERBA-SERBI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SERBA-SERBI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Oktober 2011

GUNUNG LAWU JALUR CEMORO SEWU MAGETAN JAWA TIMUR

Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Puncak tertinggi gunung Lawu (Puncak Argo Dumilah) berada pada ketingggian 3.265 m dpl.
Kompleks Gunung Lawu ini memiliki luas 400 KM2 dengan Kawah Candradimuka yang masih sering mengeluarkan uap air panas dan bau belerang. Terdapat dua buah Kawah tua di dekat puncak Gunung Lawu yakni Kawah Telaga Kuning and Kawah Telaga Lembung Selayur.
Banyak sekali tempat-tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat sehingga tidak hanya anak muda, tetapi banyak orang tua yang mendaki gunung Lawu untuk berjiarah. Masyarakat Jawa percaya bahwa puncak gunung Lawu dahulunya adalah merupakan kerajaan yang pertama kali di pulau Jawa. Gunung Lawu ini sangat berarti bagi Masyarakat Jawa terutama mereka yang masih percaya dengan Dunia Gaib. Terdapat banyak tempat wisata disekitar gunung Lawu seperti Telaga Sarangan, Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmanu, Candi Sukuh, Sangiran, Kraton Solo.
Gunung Lawu dapat didaki lewat Cemoro Kandang (Jawa Tengah) atau Cemoro Sewu (Jawa Timur), jarak kedua tempat ini tidaklah begitu jauh. Dari Tawangmangu kita bisa naik mobil Omprengan menuju Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang.
Apabila terlalu sore kita harus mencarter mobil dan bila tidak ada mobil kita harus berjalan kaki sekitar 9,5 Km menuju Cemoro Kandang atau 10 Km menuju Cemoro Sewu. Mobil terakhir omprengan biasanya sekitar pukul 17.00, namun bila sedang ramai kadangkala jam 19.00 masih ada mobil omprengan.
JALUR CEMORO SEWU
Di Cemoro Sewu terdapat pemancar TVRI yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Cemoro Sewu berada pada ketinggian 1.600 mdpl, sore hari udara di tempat ini sudah terasa dingin sekali.
Para pendaki biasanya beristirahat di pos Cemoro Sewu untuk menunggu malam hari tiba, karena pendakian terbaik pada malam hari ( 21.00 - 23.00 ) dan kita sampai dipuncak menjelang pagi untuk menyaksikan sunrise. Terdapat sebuah mushola dan MCK yang memiliki enam buah kamar mandi dan WC.
Kawasan Cemoro Sewu kini semakin dipercantik dan diperlebar sehingga menyerupai suasana puncak pass di Bogor - Cianjur. Kalau di sepanjang tepi jalan di Puncak Pass Bogor - Cianjur dipenuhi dengan pedagang jagung bakar maka di "Puncak Pass" Cemoro Sewu ini dipenuhi dengan para pedagang sate kelinci dan sate "jamu" yang berjajar disepanjang tepian jalan. Kawasan Cemoro Sewu sekarang sangat populer di kalangan muda-mudi di yogya, Solo, Sragen, Karanganyar dan sekitarnya, yang biasanya ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Tempat ini menjadi lokasi nongkrong sambil berpacaran atau sekalian berwisata ke Telaga Sarangan dan Air Terjun Grojogan Sewu. Jalan diperlebar dengan memotong tebing-tebing dan dibelah menjadi dua jalur. Di tengah jalan dibuat trotoar pembatas jalan yang dilengkapi dengan lampu-lampu cantik mirip jalan malioboro di Yogya.
Jalur Cemoro Sewu memiliki jalan setapak berbatu yang sudah tertata rapi. Awal perjalanan jalur ditumbuhi oleh pohon-pohon Cemara, karena lebatnya hutan Cemara yang tumbuh maka daerah ini dinamai Cemoro Sewu (Seribu Cemara). Pemandangan kontras segera muncul setelah melewati hutan Cemara. Di kiri kanan jalur terdapat kebun sayur hingga mencapai Pos 1. Sementara di sela-sela Kebun Sayuran pohon- pohon sisa kebakaran nampak kering, menunggu untuk roboh.
Sebelum sampai Pos 1 terdapat Sumber Air Wesanan dipuncak gunung kita menemukan tempat-tempat mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat. Jalur mendatar dan sedikit menanjak hingga Pos Pertama. Pos pertama kami bertemu dengan pendaki lain yang sedang beristirahat, di sini juga terdapat sebuah bangunan untuk beristirahat juga ada sebuah warung makanan, yang buka pada hari Kamis-Minggu dan pada musim-musim ramai pendakian dan ramai orang berjiarah.
Menuju Pos 2 jalur melewati batu-batuan dengan kemiringan yang cukup tajam. Kita akan melewati tempat keramat yakni Watu Jago, sebuah batu besar yang bentuknya menyerupai ayam jago.
Pos 2 berupa dataran yang agak luas, banyak ditumbuhi pohon-pohon besar dan banyak batu besar, sehingga pendaki dapat membuat tenda ditempat ini dengan nyaman karena terlindung dari hempasan angin. Bila ramai di Pos 2 ini juga sering terdapat pedagang makanan. Di Pos ini terdapat bangunan beratap yang sering digunakan para pedagang untuk berjualan makanan.
Dari Pos 2 menuju Pos 3 Jalur batu-batuan semakin curam dan menanjak. Di jalur ini terdapat asap belerang sehingga pendaki disarankan untuk tidak berlama-lama beristirahat di Pos 3. Menuju Pos 4 jalur menanjak, merangkak pada batu-batuan.
Pos 4 hanya berupa tempat datar yang sempit yang berada di cerukan tebing batu, hanya cukup untuk mendirikan satu buah tenda, tempat ini sedikit terlindung dari hempasan angin.
Setelah melewati Pos 4 kami sudah berada dilereng yang curam, angin sangat kencang dan dingin sekali. Jalanan sangat sempit dan curam, Ade badannya hampir beku, kami berusaha mencari celah bukit untuk berlindung dari angin. Kami menemukan sedikit celah dan cukup luas untuk berempat beristirahat. Kami kumpulkan sisa-sisa api unggun pendaki lainnya. Lama sekali kami berusaha membuat api unggun , namun tiada kunjung nyala, sementara kami semakin kaku kedinginan. Akhirnya kami membakar kaos kaki dan celana dalam satu persatu untuk menghangatkan badan.

Pos 5 atau Pos Sumur Jolotundo berada di dekat Sumur Jolotundo yang sangat keramat. Pos ini berupa tempat datar terbuka yang luas dapat untuk mendirikan beberapa tenda. Namun di tempat ini kurang terlindung dari hempasan angin.
Dari Pos 5 kita sedikit turun, kemudian sedikit mendaki dan mengelilingi salah satu puncak, untuk menuju ke Sendang Drajad.
Dari Sendang Drajad dapat dilanjutkan ke Puncak Argo Dumilah, atau jalan lagi melingkari salah satu puncak menuju Hargo Dalem. Dari Hargo Dalem pendaki dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalur Cemoro Kandang atau Jalur Candi Seto.


Puncak gunung Lawu pagi itu udaranya sangat bersih kami dapat melihat pantulan matahari di Samudera Indonesia, deburan dan riak ombak Laut Selatan sepertinya sangat dekat. Sangat jelas terlihat kota Wonogiri juga kota-kota di Jawa Timur. Tampak waduk Gajah mungkur di Wonogiri juga dapat terlihat dengan jelas sekali telaga Sarangan yang dikelilingi tempat penginapan.
TEMPAT-TEMPAT KERAMAT DI GUNUNG LAWU
Nama asli gunung Lawu adalah Wukir Mahendra. Menurut legenda, gunung Lawu merupakan kerajaan pertama di pulau Jawa yang dipimpin oleh raja yang dikirim dari Khayangan karena terpana melihat keindahan alam diseputar Gn. Lawu. Sejak jaman Prabu Brawijaya V, raja Majapahit pada abad ke 15 hingga kerajaan Mataram II banyak upacara spiritual diselenggarakan di Gunung Lawu. Hingga saat ini Gunung Lawu masih mempunyai ikatan yang erat dengan Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta terutama pada bulan Suro, para kerabat Keraton sering berjiarah ke tempat-tempat keramat di puncak Gn.Lawu.
TELAGA KUNING
Terdapat padang rumput pegunungan banjaran Festuca nubigena yang mengelilingi sebuah danau gunung di kawah tua menjelang Pos terakhir menuju puncak pada ketinggian 3.200 m dpl yang biasanya kering di musim kemarau. Konon pendaki yang mandi berendam di tempat ini, segala keinginannya dapat terkabul. Namun sebaiknya jangan coba-coba untuk mandi di puncak gunung karena airnya sangat dingin.
SENDANG PANGURIPAN
Rumput yang tumbuh di dasar telaga ini berwarna kuning sehingga airnya kelihatan kuning. Telaga ini diapit oleh puncak Hargo dumilah dengan puncak lainnya. Luas dasar telaga Kuning ini sekitar 4 Ha.
SENDANG DRAJAD
Terdapat sebuah mata air yang disebut Sendang Drajad, sumber air ini berupa sumur dengan garis tengah 2 meter dan memiliki kedalaman 2 meter. Meskipun berada di puncak gunung sumur ini airnya tidak pernah habis atau kering walaupun diambil terus menerus. Air sendang ini dipercaya dapat memberikan mujijat bagi orang yang meminumnya. Juga terdapat bangunan yang berupa bilik-bilik untuk mandi, karena para pejiarah disarankan untuk menyiram badannya dengan air sendang ini dalam hitungan ganjil.
SUMUR JOLOTUNDO
Juga ada sebuah gua yang disebut Sumur Jolotundo menjelang puncak, gua ini gelap dan sangat curam turun ke bawah kurang lebih sedalam 5 meter. Gua ini dikeramatkan oleh masyarakat dan sering dipakai untuk bertapa. Sumur ini berupa lubang bergaris tengah sekitar 3 meter. Untuk turun ke dalam sumur harus menggunakan tali dan lampu senter karena gelap. Di dalam sumur terdapat pintu goa dengan garis tengah 90 cm. Konon di dalam sumur Jolotundho ini sering digunakan untuk bertapa, dan digunakan guru-guru untuk memberi wejangan/pelajaran kepada muridnya.
SENDANG WESANAN
Terdapat sebuah bangunan di sekitar puncak Argodumilah yang disebut Hargo Dalem utuk berjiarah, disinilah tempatnya Eyang Sunan Lawu. Tempat bertahta raja terakhir Majapahit memerintah kerajaan Makhluk halus. Hargo Dalem adalah makam kuno tempak mukswa Sang Prabu Brawijaya. Pejiarah wajib melakukan pisowanan (upacara ritual) sebanyak tujuh kali untuk dapat melihat penampakan Eyang Sunan Lawu. Namun tidak jarang sebelum melakukan tujuh kali pendakian, pejiarah sudah dapat berjumpa dengan Eyang Sunan Lawu.
Di sekitar Hargo Dalem ini banyak terdapat bangunan dari seng yang dapat digunakan untuk bermalam dan berlindung dari hujan dan angin. Terdapat warung makanan dan minuman yang sangat membantu bagi pendaki dan pejiarah yang kelelahan, lapar, dan kedinginan. Inilah keunikan Gunung Lawu dengan ketinggian 3.265 mdpl, terdapat warung di dekat puncaknya.
Pasar Diyeng atau Pasar Setan, berupa prasasti batu yang berblok-blok, pasar ini hanya dapat dilihat secara gaib. Pasar Diyeng akan memberikan berkah bagi para pejiarah yang percaya. Bila berada ditempat ini kemudian secara tiba-tiba kita mendengar suara "mau beli apa dik?" maka segeralah membuang uang terserah dalam jumlah berapapun, lalu petiklah daun atau rumput seolah-olah kita berbelanja, maka sekonyong-konyong kita akan memperoleh kembalian uang dalam jumlah yang sangat banyak. Pasar Diyeng/Pasar Setan ini terletak di dekat Hargo Dalem.
SENDANG INTEN
Pawom Sewu terletak di dekat pos 5 Jalur Cemoro Sewu. Tempat ini berbentuk tatanan/susunan batu yang menyerupai candi. Dulunya digunakan bertapa para abdi Raja Parabu Brawijaya V.
Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya : Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa.
Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat moksa Prabu Bhrawijaya Raja Majapahit yg terakhir. Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.
Raja Majapahit terakir Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping V memiliki salah seorang istri yang berasal dari negeri Tiongkok bernama Putri Cempo dan memiliki putera Raden Patah, Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Jinbun Fatah mendirikan Kerajaan Islam di Glagah Wangi (Demak).
Prabu Brawijaya bersemedi dan memperoleh wisik yang pesannya : sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan yang baru tumbuh serta masuknya agama baru (Islam) memang sudah takdir dan tak bisa terelakkan lagi.
Prabu Brawijaya dengan hanya disertai abdinya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton naik ke Gunung Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang umbul (bayan/ kepala dusun) yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia mukti dan mati mereka  tetap bersama Raja.
Sampailah Prabu Brawijaya bersama 3 orang abdi di puncak Hargodalem. Saat itu Prabu Brawijaya sebelum muksa bertitah kepada ke tiga abdinya. Dan mengangkat Dipa Menggala menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib (peri, jin dan sebangsanya) dengan wilayah ke barat hingga wilayah Merapi/Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan mengangkat Wangsa Menggala menjadi patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.
Prabu Brawijaya muksa di Hargo Dalem , sedangkan Sabdo palon muksa di puncak  Harga Dumiling. Karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya Sunan Lawu dan Kyai Jalak kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.
SENDANG MACAN
Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan /Cakrasurya, dan Pringgodani.

Mount Lawu, is a massive compound strato volcano straddling the border between East Java and Central Java, Indonesia. The north side is deeply eroded and the eastern side contains parasitic crater lakes and parasitic cones. A fumarolic area is located on the south flank at 2,550 m. The only reported activity of Lawu took place in 1885, when rumblings and light volcanic ash falls were reportedMany mountaineers climb this mountain to adore the green scenic view, with lovely Edelweiss flowers on its top, and the challenging beauty of the dead crater, southward of the peak, locally known as Kawah Kuning (yellow crater). The highest peak is hilly plain, known as Argo Dumilah, where a "Tri-angular Pole" is erected.
The mountaineering routes to Mt. Lawu
1. From the city of Solo or Surakarta Travel to Tawangmangu, a hilly resort (1305 m high), 40 Km East of Solo. Then continue further 1,5 Km to Cemoro Kandang (Central Java) or Cemoro Sewu (East Java) (1600 M).
2. From East Java, Madiun Travel to Lake Resort Sarangan, on the east slope of the mountain and then continue to Cemoro Sewu. Mt. Lawu stands peacefully in the South border of central and East Java.
Yellow Crater Triangular Peak
From Cemoro Kandang
1. It’s 12 Km climb, normally it should take 7 hours walk.
2. There’s a registration station belonged to Forest Authority (Perhutani). Guide, supplies and information are available. For traditional stories of Mt. Lawu, Pak (Mr) Sumarsono can be contacted.
3. A climber shall walk thru dense wood, near the top, the vegetation are rare, then some specific mountain trees and bushes such as Santigi and Eidelweiss appear.
4. There are satisfactorily 5 huts (5 Pos), namely: * Pos 1 : Taman Sari Bawah (Lower Garden) (2300 M) The water of the river here contains sulphur. * Pos 2 : Taman Sari Atas (Upper Garden – 2.470 M). A fresh cool air amidst the green trees. There is an active crater, evaporating sulphur. * Pos 3 : 2760 M (Pos Penggik) Nearby a spring, by the name of Sendang Panguripan (life spring), producing a cool healthy drinking water. * Pos 4 : 3025 M This location is named Cokro Suryo, it is a large plain to enjoy the sunset and the picturesque panorama. * Pos 5 : 3150 M
5. Above these huts, there are
1. Pesanggrahan Argo Dalem (3170 M), small cottages. 2. The highest peak: Argo Dumilah
From Cemoro Sewu
1. It’s 9 Km climb, with steep stony path. 2. There are 5 huts to the top. 3. Contact Ibu (Mrs) Warno at the base camp. Guide, supplies etc are available.
The return journey to the base camp, one shall spend around 4 hours walk.
Ancient Mountain
Its old name was Wukir Mahendra, some believe the top of the mountain was the first kingdom on the island, the dwellers were Gods descending from Kahyangan (heaven), upon seeing an empty beautiful place like a paradise.
It was the retreat of King Brawijaya V, the last king of Majapahit Empire in the 15th century. It has also a strong spiritual traditional relation with the rulers of Mataram Kingdom II and the Karaton (palace) of Surakarta and Yogyakarta.
In ancient Javanese mythology, Lawu is called Mahendra and legend has it that the gods who created the first kingdom in Java descended from heaven here. In later history, Lawu was the retreat of the last king of Majapahit, Brawijaya V. On the eve of the Javanese New Year, thousands of adherents of the indigenous Javanese belief--kebatinan--climb to the summit to meditate.
As in other sacred places in Java, names that dot the landscape often echo the ancient Indian epic, Mahabharata. The crater, for instance, is called Candradimuka, believed to be the place where the gods boiled Bhima's son Gatotkaca in molten metal to make him invincible. Bhima is the second of the five Pandawa brothers, who are the main protagonists in the Mahabharata.
A cave called Sigolo-golo recalls the name of the cave that the Pandawa brothers, led by the brave Bhima, escaped through when their palace apartment was burned down by their evil cousins the Kurawa.
Brawijaya V had a fascination with honest Bhima, for in the Karanganyar regency (in Central Java), on the Surakarta side of Lawu, he built two fascinating temples dedicated to him; Candi Sukuh which looks almost Mayan and Candi Cetho.
Candi Cetho was "developed" on the orders of the late president Suharto without any archaeological considerations. Irresponsible and inappropriate development is still irreversibly changing the spiritual sites of Lawu. The current building of a Javanese pendapa pavilion with marble flooring, over a sacred stone in the area near the summit called the keputren--the princesses' quarters--by a wealthy businessman, is but one example.
The shortest route to the summit of Lawu begins in the Cemara Sewu village, between the resorts of Tawangmangu and Sarangan. You can also begin from Cemara Kandang, but the trek is longer and the path is not paved. The distance between Cemara Sewu and the summit called Hargo Dumilah is 7 kilometres. The average time needed to climb to the summit is 7 to 9 hours, but if you are fit, you can do it in 4 to 5 hours. Super fit mountaineers fly up in 3 hours.
For the first 2km or so you walk through agricultural land, where the locals plant vegetables amongst charred skeletons of trees that stand as a reminder that this area is prone to forest fires. As you go higher the vegetation changes and if you are climbing in daylight, you will begin to notice that inquisitive, orange beaked, brown birds are following you. These are Jalak Gading (Acridotheres javanicus) and are endemic to Lawu. Unlike other wild birds in Java, these guardians of Lawu are protected by the belief that whoever attempts to harm them will get lost and perish. The birds do not have the fear of humans that animals in Java have (except for city rats).
To reach the summit for sunrise, begin climbing in evening. The advantage of hiking in the night is that the sight of the dauntingly steep hills will not deflate your spirits. It is best to chose a time close to full moon in the dry season. You will enjoy the millions of stars in the sky, twinkling, falling, and shooting. There are five resting places on the way to the summit where you can light a campfire if you need to keep warm while you rest but be sure to extinguish the fire properly before you leave and remember that the best way to stay warm is to keep moving. It is dangerous to wander off the track looking for firewood.
At the fifth resting post, you will find a shack by a shallow well that has a tiny spring at the bottom of it. This is the sacred Sendang Drajat and the freezing cold water from this spring is believed to have the power to make the person who bathes in it attain high achievements in life.
Mr and Mrs Parto live in the shack and they sell food and hot drinks at very reasonable prices considering that they have to carry everything up the path that you have just climbed. Next door to their shack is a cave where you can take a nap if you do not have a tent.
Alternatively, you can walk a little further to the site called Hargo Dalem, where Brawijaya V used to meditate. Mbok Yem and her son Muis also have a warung here, and space to rest.
These two places are good places to rest because the worst is over and the summit, Hargo Dumilah is a mere 0.8km away.
Down the other way from the summit, there is a flat plain called Selo Pundutan with many Edelweiss blooms. The followers of Brawijaya V used to practice martial arts here.
If you arrive at the summit early, take time to explore the sites around it but conserve enough energy for the hike down.
Bring your litter down because the whole track is filthy with energy drink bottles and various items of plastic waste. It is in everyone's interest to make Lawu clean once more.
 
Cemara gunung adalah tumbuhan yang mendominasi kawasan gunung Lawu. Edelweis Ungu adalah bunga unik yang hanya bisa ditemukan di lereng dan sekitar puncak gunung Lawu. Burung Ciung sebesar jempol bersarang diantara cabang-cabang tanaman Edelweis. Harimau Jawa yang dianggap punah juga pernah dilihat dan diburu di hutan kawasan Gunung Lawu.
1. Bus Jur.  Solo - Tawangmangu
2. Angkot Jur.  Tawangmangu  - Cemoro Kandang / Sewu

Dari Tawangmangu bisa menyewa kuda hingga puncak Hargo dalem lewat jalur Cemoro Kandang.
  • Tawangmangu
  • Air terjun Grojogan Sewu
  • Candi Seto
  • Candi Sukuh
  • Telaga Sarangan
  • Argodalem
  • Sendang Drajad
  • Sumur Jolotundo
  • Sendang Inten
  • Sendang Panguripan
  • Pasar Dieng
  • Air Terjun Pringgodani
 
Sarangan lake which is also known as lake sand is a natural lake situated at the foot of Mount Lawu, in District Plaosan, ofMagetan, East Java. Located approximately 16 kilometers west of the city Magetan. This vast lake of about 30 hectares and 28 meters berkedalaman. With temperatures between 18 and 25 degrees Celsius, Telaga Sarangan able to attract hundreds of thousands of visitors every year. Telaga Sarangan a mainstay attractions Magetan. Around the lake there are two hotels, 43 first class hotels jasmine, and 18 cottage beside the tens wisata.Di souvenir kiosk, visitors can also enjoy the beautiful ride around the lake Sarangan with, or cann cepat.Fasilitas other attractions is also available, such as home eat, play area, tourist market, parking, public telephone facilities, places of worship, and parks.
The presence of 19 restaurants around the lake makes the visitors have many alternative options menu. Similarly, the presence of street vendors who offer a variety of souvenirs has made it easier for visitors to purchase souvenirs. The specialty is peddled around the lake is a rabbit satay.
Magetan also helped with the potential for local small industries which are able to produce handicrafts for souvenirs, such as woven bamboo, leather crafts, and special food products such as chips melinjo and plate (from rice crackers).
Sarangan lake also has a boat rental service and rickshaws water. There were 51 boats and 13 motor rickshaw water that can be used to explore the lake.
Sarangan lake has several important annual event calendar, which is moored on Friday offerings Ruwah Pon months, school holidays in mid-year, Ledug Sura 1 Muharram, and the fireworks on New Year’s Eve.
Local district government was making the pass that connects the project Telaga Sarangan with sights Tawangmangu in Karanganyar District. Widening project and stagnant steep road that connects the two regions are expected to be completed in 2007.
This tourist attraction can be reached from the City Magetan; and its location just off the Waterfall Grojogan Sewu, Tawangmangu (Karanganyar district, Central Java).
Pemkab Magetan also want to develop Poncol Reservoir (about 10 miles south of Lake Sarangan) as an alternative tourism.
The climate around is quite cool and comfortable, is around 20 degrees Centrigrade, but at nights it lowers to 15 degrees Centrigrade, hence appropriate for recreations.
The facilities that are managed by the local government of Magetan, are among others; hotels; logements, restaurants, fruit and vegetables markets, and souvenir shops. Besides that, there are other facilities, like a parking space, musholla (small mosque) and guard station.
Magetan is a regency of East Java, Indonesia.
Within Magetan there is a subdivision also called Magetan. Magetan has a famous lake called Sarangan Lake which is located in the Sarangan District. The chairman of "Jawa Pos Group", a famous newspaper in Indonesia, Dahlan Iskan, was born here. Also Prof. Dr. Samaun Samadikun (ex-Chief LIPI), and Charis Suhud (ex-Vice Chief MPR).
Culinary specialities from Magetan are:
  • Tepo tahu
  • Getuk pisang, made from banana (from Kauman District)
  • Kurmelo, made from orange skin with dates addition
  • Lempeng, snack made from dried rice
Famous Locations
  • Mount Lawu
  • Cetho Temple Sarangan Lake, famous lake in East Java
  • Tirtosari Waterfall, near Sarangan
  • Lake Ngancar Waterfall, in Ngerong District Taman
  • Toga (Herbal Medicine Park), in Plaosan District
  • Leather Product's Center, at Sawo Street, famous Leather Production in East Java beside Tanggulangin (Sidoarjo)
  • Military Airport: Lanud Iswahyudi
 

Sabtu, 23 Juli 2011

VIDEO: Ikan Berkepala BUAYA di temukan di kolam MAJAPAHIT



VIDEO: Ikan 'Kepala Buaya' di Majapahit

Ikan ditemukan di Kolam Segaran oleh seorang warga Mojokerto saat memancing.


Ikan Berkepala Buaya (topik pagi-antv)
VIVAnews - Seekor ikan dengan kepala mirip buaya ditemukan Suparto, warga Mojokerto, Jawa Timur. Ikan ini ditemukan pada Selasa, 19 Juli 2011 di Kolam Segaran yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit.


Suparto menemukan ikan ini saat memancing. Dia mengaku terkejut karena menduga umpan yang dia lempar dimakan oleh buaya. Tapi, ternyata yang memakan adalah seekor ikan.


Suparto sebenarnya bukan orang yang pertama kali menemukan ikan jenis ini. Tahun 2009 lalu warga Sukolali, Surabaya juga menemukan ikan sejenis. Selain itu, Jawa Barat, dan di Tegal pada 2011 ini juga ditemukan ikan berkepala mirip buaya ini.


Ikan berkepala mirip buaya ini adalah jenisalligator gar atau bahasa latinnya Lepisosteusidaeyang merupakan spesies asli Amerika Utara. Ikan ini merupakan predator yang sangat agresif memangsa ikan-ikan kecil lainnya.


Belum diketahui, bagaimana ikan-ikan ini bisa sampai ke sungai-sungai di Indonesia, termasuk di kolam peninggalan Majapahit ini.
Lihat videonya di sini.

Jumat, 08 Juli 2011

10 Ciri Wanita Yang Baik Untuk Dijadikan Istri

Saya membuat post ini agar agan kalian yang ingin siap untuk menikah dan yg belum mempunyai jodoh untuk membaca post ini terlebih dahulu. Saya akan membahas Ciri-ciri Wanita Yang Baik Untuk Dijadikan Istri. Istri itu untuk mendampingi hidup kita sampai kita meninggal, istri beda dengan pacar, kalau pacar kan bisa ganti ganti. tapi kalau istri jangan ganti ganti ya , gak baik itu
langsung saja ya,  dibawah ini saya sebutin ciri wanita yg baik untuk dijadikan istri:
1. Taat beragama
Agama adalah salah satu pegangan hidup untuk kita manusia. Taat kepada agama juga menunjukan kalau si Cewek akan taat terhadap kamu. Bukan berarti kamu bisa semena-mena terhadap dia dan menyuruh si Cewek untuk menuruti apapun yang kamu mau, tapi taat beragama menunjukan bahwa si Cewek juga mempunyai prinsip hidup yang baik dan yang dia tekuni. Dan usahakan cari istri yang berkerudung
2. Lemah-lembut
Coba perhatikan cara Cewek berbicara kepada teman-temannya. Apakah dia selalu suka bernada keras, teriak-teriak, atau malah sopan dan selalu lembut dalam berkata-kata? Ciri-ciri inilah yang mencerminkan di mana cara si Cewek akan berbicara kepada kamu dan keluargamu nantinya.
3. Perhatian
“Kok dia bisa ingat dengan ulang tahun orang tuaku?” ujar kamu. Itu adalah pertanda bagus. Dia benar-benar perhatian akan hal-hal kecil seperti itu. Padahal, kalian belum menikah. Sehabis kamu pulang kerja, makananpun sudah tersedia. Saat kamu sedang sakit, dia memasakan bubur untuk kamu. Hal-hal kecil seperti itulah yang akan membantu dan memperkuat hubungan kamu. Bukankah Cowok juga memang suka diberi perhatian lebih dari si Cewek?
4. Penyabar
Kamu telat untuk kencan dengan si Cewek tapi si Cewek tidak marah sama sekali saat kamu datang dan dia sudah menunggu 25 menit kelaparan. Kenapa sabar itu ciri-ciri yang baik? Coba pikirkan kalau anda sedang dalam situasi apa saja yang berbau negatif; kesabaran itu akan membantu suasana itu tidak menjadi lebih buruk. Coba bayangkan kamu sedang kencan dengan Cewek yang tidak sabar. Sedikit-sedikit dia marah karena kamu tidak tepat waktu, berbuat sedikit kesalahan. Kencan yang seharusnya senang-senang malahan menjadi pengalaman buruk.
5. Sederhana
Perhatikan apakah si Cewek kamu suka berlebihan di depan teman-temannya. Apakah dia suka memamerkan tas baru yang baru dia beli hari itu juga? Orang yang suka pamer dan tidak sederhana menunjukan kalau si Cewek itu tidak percaya diri; ada kekurangan yang dia punya dan ingin menutupinya dengan memamerkan sesuatu yang lebih dari dia. Ini sifat yang tidak bagus untuk para Cowok.
6. Jaga kecantikan
Tidak berarti Cewek itu harus tampil cantik, tapi menjaga kecantikan itu juga berarti itu Cewek tahu bagaimana caranya menjaga dan merawat dirinya sendiri. Jikalah anda sedang berkencan dengan dia, perhatikanlah “make-up” yang dia pakai. Apakah terlalu berlebihan sehingga menarik perhatian orang-orang lain di sekitar anda? Apakah dia memakai rok mini yang berlebihan? Jaga kecantikan itu berarti menjaga penampilan secukupnya dan sewajarnya di saat dan tempat yang benar.
7. Dewasa dan bijaksana
Cowok suka dengan Cewek yang bijaksana dan bersikap dewasa. Di saat kesusahan, Cowok akan membutuh bantuan dari seorang Cewek yang dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
8. Hemat
Cowok mana yang mau punya Cewek bermaterialistis? Nanti kalau kamu sudah berkeluarga dengan Cewek tersebut, dia akan menghabiskan uang untuk belanja baju-baju yang tidak perlu. Coba perhatikan dari cara dia menghabiskan uangnya sekarang. Apakah dia termasuk orang yang hemat, pelit, atau hura-hura?
9. Keibuan
Cewek kalau senang bermain dengan anak kecil, bisa menggendong bayi, menunggu mereka tidur, dan sebagainya. Inilah tanda-tanda dari Cewek yang bisa kamu bayangkan saat mereka menjadi istri kamu. Dia akan menjadi seorang ibu yang pandai di dalam rumah tangga.
10. Tabah menderita dan mau bekerja keras
Inilah salah satu ciri-ciri dari Cewek yang agak susah dicari. Mengapa? Cewek sudah terbiasa dengan tradisi di mana Cowok yang mencari uang. Di masa-masa sulit, Cewek biasanya tidak terbiasa untuk bekerja keras untuk keluarga. Jikalau kamu sudah menemukan Cewek yang tabah menderita dan mau bekerja keras, hargailah dia.
Nah diatas itu semua adalah 10 ciri wanita yang baik untuk kalian nikahi, jangan salah memilih wanita ya, karena istri yang selalu menemani kalian walupun suka maupun duka. Ibaratnya agan membuat perusahaan dan agan itu yang menjadi bosnya dan agan harus cari sekretaris yang cantik dan baik baik lah pokonya.

Rabu, 08 Juni 2011

Daftar Situs Porno Paling Popular Terbaru 2011

Daftar Situs Porno Paling Popular Terbaru

Daftar ini hanya untuk informasi, kami tidak merekomendasi anda untuk mengunjunginya.

No Nama Situs
1 XXX-DEVILS
2 711Crew
3 zixzAz Team
4 Final Circle
5 Golden Password
6 Bravo Pass Club
7 The Best Password Club
8 xXx Diamond xXx
9 PASSPAGE
10 passfan
11 Password Kingdom
12 passcandy
13 TripleXBase
14 NZBsBoard
15 Gallery Dump
16 Mature Older Women
17 Emerald City Erotica
18 Heaven's Lounge
19 Fetisch Cams
20 Live-Amateure
21 The Tigers Den
22 SexyXXXworlds
23 Passvegas
24 Poison Rose
25 Adult Manila Online
26 ExploitHome
27 Sextime24h
28 Freesexlink
29 Happynights
30 Only classic porn
31 free stream porn
32 Novel4U
33 Girls with Guns
34 Terminator Passclub
35 Sombsa´s privat Toplist
36 Real Web Whores
37 Keyifli Seyirler
38 Amateur HomeMade Porn
39 Porno | Sex | Hardcore
40 Gatas Gostosas
41 porno izle, türk porno izle
42 LAB PORN - stats

Kamis, 02 Juni 2011

KARTU PERDANA INDOSAT MOBILE

PERDANA INDOSAT MOBILE

Sukses Indosat Mobile

Siang itu semua member IdBlognetwork berkesempatan hadir dalam acara LaunchingSukses Indosat Mobile yang merupakan produk baru Indosat. Sesampai di Pacific Ballroom 1, The Ritz Carlton Jakarta register terlebih dahulu baru kemudian menyusul coffee break dengan aneka ragam snack dan utamanya adalah siomay dan juice. Tepat pukul 11.20 pintu Ballroom dibuka ya Indosat meluncurkan layanan terbarunya,Indosat Mobile. Layanan dengan tagline “Hidupkan Suksesmu” Sukses Indosat Mobile ini dihadirkan untuk mendukung mobilitas dan memberikan solusi bagi pelanggan. Khususnya, para karyawan dan wirausaha dalam berkomunikasi serta paket internet yang murah  yang lengkap guna mendukung mereka dalam meraih sukses.
MC dengan suaranya yang bagus membuka acara dengan suara lantangnya yang kemudian disusul sambutan Director and Chief Commercial Officer Indosat, Laszio Imre Barta mengutarakan, Sukses Indosat Mobile memberikan berbagai kenyamanan dan kelebihan. Seperti, bebas menelepon dan SMS ke semua operator, bebas akses data, serta dapat memilih nomor sendiri yang diinginkan. Layanan ini berlaku untuk pelanggan prabayar maupun pascabayar, dan dapat dimiliki dengan membeli SP (starter pack) kartu Indosat.
Indosat Mobile merupakan terobosan terbaru bagi pelanggan sebagai wujud komitmen kami untuk terus berupaya memahami kebutuhan pelanggan, khususnya karyawan dan wirausaha. Mereka tidak perlu khawatir dalam berkomunikasi ke semua operator saat jam kantor untuk mendukung produktivitas pekerjaan mereka dan yang pasti tarif murah ke operator lain.
Untuk paket prabayar, sambungnya, pelanggan diberikan kebebasan memilih salah satu dari tiga paket yang disediakan. Yaitu, paket harian, mingguan dan bulanan. Pelanggan dapat memilih dengan melakukan registrasi melalui *888# atau ketik harian/mingguan/bulanan kirim ke 888. “Bagi pelanggan pascabayar disediakan paket bulanan dengan melakukan registrasi ke Galeri Indosat terdekat. Semua paket berlaku mulai 05:00 hingga 17:00, dan pelanggan pascabayar juga mendapatkan keistimewaan khusus yakni diskon 50 persen dari biaya berlangganan BlackBerry paket lengkap (BIS) yang berlaku hingga Desember 2011,” tukasnya.
Laszio menambahkan, kelebihan lain yang diberikan Indosat Mobile yaitu layanan portal terintegrasi yang memudahkan pelanggan untuk mengakses berbagai layanan. Seperti, online registration, info balance, news, info finansial, mbanking dan games melalui ponsel. “Untuk mendapatkan aplikasi Indosat World, pelanggan dapat mengunduhnya melalui *888# atau ketik iworld, kirim ke 888,” tandasnya
Bagi pelanggan pascabayar, disediakan paket bulanan dengan melakukan registrasi ke Galeri Indosat terdekat. Semua paket berlaku mulai pukul 05.00 sampai dengan pukul 17.00. Pelanggan pascabayar juga akan mendapatkan keistimewaan khusus yaitu diskon 50% dari biaya berlangganan Blackberry paket lengkap (BIS) yang berlaku hingga bulan Desember 2011. Informasi lebih detail tentang Indosat Mobile bisa diakses melalui : www.indosatmobile.com. Acara sukses Indosat Mobile ditutup dengan pemberian beberapa doorprize seperti Blackberry Gemini, BlackBerry Torch dan Samsung Galaxy Tabs yang kemudian dilanjutkan makan siang. Sukses Indosat Mobile memberikan kemudahan dalam satu paket

Incoming search terms for the article:


Tarif Paket Indosat Mobile


HarianMingguanBulanan
Nelpon:
Ke sesama Indosat
Ke operator lain

150 Menit
-

200 Menit
20 Menit

1000 Menit
100 Menit
SMS1502001000
Data1 MB6 MB30 MB
BiayaRp. 2000,-Rp. 12000,-Rp. 50.000,-
Paket Indosat Mobile ini berlaku bagi pelanggan Indosat mulai pukul 05.00 sampai 17.00. Selain tarif paket Indosat Mobile itu, Indosat akan memberlakukan tarif yang tidak kalah murahnya dengan operator lain. Indosat memberikan tarif kompetitif bagi pelanggannya, hal ini jelas untuk memberikan pelayan yang memuaskan. Tarif di luar Paket Indosat Mobile adalah sebagai berikut.

Tarif di Luar Paket Indosat Mobile


Jam Kerja (05:00 – 17:00)
On-netRp 10 / 6 detik
Off-netRp 30 / 6 detik
SMSRp 99 / SMS
DataRp 3 / kB

Luar Jam Kerja (17:01 – 04:59)
On-netRp 30 / 6 detik
Off-netRp 75 / 6 detik
SMSRp 99 / SMS
DataRp 3 / kB


Minggu, 15 Mei 2011

Informasi Seputar Pesugihan Gunung Kawi

Pesugihan Gunung KawiDalam masalah pesugihan, sebelumnya pernah membahas tentang Ritual Mesum Pesugihan Gunung Kemukus, kali ini membahas mitos seputar Pesugihan Gunung Kawi. Disaat orang banyak disibukkan dengan kesulitan ekonomi, kadang semua cara digunakan termasuk diantaranya adalah ritual pesugihan.
Ada yang mencari uang dengan bisnis internet, namun karena tidak sedahsyat denga pesugihan maka bagi orang yang malas akhirnya lebih memilih pesugihan. Mitos Pesugihan Gunung Kawi memang dikenal sebagai tempat untuk mencari kekayaan (pesugihan).
Konon, barang siapa melakukan ritual dengan rasa kepasrahan dan pengharapan yang tinggi maka akan terkabul permintaannya, terutama menyangkut masalah kekayaan. Mitos seputar pesugihan Gunung kawi ini diyakini banyak orang, terutama oleh mereka yang sudah merasakan "berkah" berziarah ke Gunung Kawi. Namun bagi kalangan rasionalis-positivis, hal ini merupakan isapan jempol belaka.
Biasanya lonjakan pengunjung yang melakukan ritual terjadi pada hari Jumat Legi (hari pemakaman Eyang Jugo) dan tanggal 12 bulan Suro (memperingati wafatnya Eyang Sujo). Ritual dilakukan dengan meletakkan sesaji, membakar dupa, dan bersemedi selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan hingga berbulan-bulan.
Di dalam bangunan makam, pengunjung tidak boleh memikirkan sesuatu yang tidak baik serta disarankan untuk mandi keramas sebelum berdoa di depan makam. Hal ini menunjukkan simbol bahwa pengunjung harus suci lahir dan batin sebelum berdoa.
Selain pesarean sebagai fokus utama tujuan para pengunjung, terdapat tempat-tempat lain yang dikunjungi karena 'dikeramatkan' dan dipercaya mempunyai kekuatan magis untuk mendatangakan keberuntungan, antara lain:
1. Rumah Padepokan Eyang Sujo
Rumah padepokan ini semula dikuasakan kepada pengikut terdekat Eyang Sujo yang bernama Ki Maridun. Di tempat ini terdapat berbagai peninggalan yang dikeramatkan milik Eyang Sujo, antara lain adalah bantal dan guling yang berbahan batang pohon kelapa, serta tombak pusaka semasa perang Diponegoro.
2. Guci Kuno
Dua buah guci kuno merupakan peninggalan Eyang Jugo. Pada jaman dulu guci kuno ini dipakai untuk menyimpan air suci untuk pengobatan. Masyarakat sering menyebutnya dengan nama 'janjam'. Guci kuno ini sekarang diletakkan di samping kiri pesarean. Masyarakat meyakini bahwa dengan meminum air dari guci ini akan membuat seseorang menjadi awet muda.
3. Pohon Dewandaru
Di area pesarean, terdapat pohon yang dianggap akan mendatangkan keberuntungan. Pohon ini disebut pohon dewandaru, pohon kesabaran. Pohon yang termasuk jenis cereme Belanda ini oleh orang Tionghoa disebut sebagai shian-to atau pohon dewa. Eyang Jugo dan Eyang Sujo menanam pohon ini sebagai perlambang daerah ini aman.
Untuk mendapat 'simbol perantara kekayaan', para peziarah menunggu dahan, buah dan daun jatuh dari pohon. Begitu ada yang jatuh, mereka langsung berebut. Untuk memanfaatkannya sebagai azimat, biasanya daun itu dibungkus dengan selembar uang kemudian disimpan ke dalam dompet.
Namun, untuk mendapatkan daun dan buah dewandaru diperlukan kesabaran. Hitungannya bukan hanya, jam, bisa berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Bila harapan mereka terkabul, para peziarah akan datang lagi ke tempat ini untuk melakukan syukuran.
Siapakah sesungguhnya Eyang Jugo dan Eyang Sujo?
Yang dimakamkan dalam satu liang lahat di pesarean Gunung Kawi ini? Menurut Soeryowidagdo (1989), Eyang Jugo atau Kyai Zakaria II dan Eyang Sujo atau Raden Mas Iman Sudjono adalah bhayangkara terdekat Pangeran Diponegoro. Pada tahun 1830 saat perjuangan terpecah belah oleh siasat kompeni, dan Pangeran Diponegoro tertangkap kemudian diasingkan ke Makasar, Eyang Jugo dan Eyang Sujo mengasingkan diri ke wilayah Gunung Kawi ini.
Semenjak itu mereka berdua tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata, tetapi mengubah perjuangan melalui pendidikan. Kedua mantan bhayangkara balatentara Pangeran Diponegoro ini, selain berdakwah agama islam dan mengajarkan ajaran moral kejawen, juga mengajarkan cara bercocok tanam, pengobatan, olah kanuragan serta ketrampilan lain yang berguna bagi penduduk setempat. Perbuatan dan karya mereka sangat dihargai oleh penduduk di daerah tersebut, sehingga banyak masyarakat dari daerah kabupaten Malang dan Blitar datang ke padepokan mereka untuk menjadi murid atau pengikutnya.
Setelah Eyang Jugo meninggal tahun 1871, dan menyusul Eyang Iman Sujo tahun 1876, para murid dan pengikutnya tetap menghormatinya. Setiap tahun, para keturunan, pengikut dan juga para peziarah lain datang ke makam mereka melakukan peringatan. Setiap malam Jumat Legi, malam eninggalnya Eyang Jugo, dan juga peringatan wafatnya Eyang Sujo etiap tanggal 1 bulan Suro (muharram), di tempat ini selalu diadakan erayaan tahlil akbar dan upacara ritual lainnya. Upacara ini iasanya dipimpin oleh juru kunci makam yang masih merupakan para keturunan Eyang Sujo.
Tidak ada persyaratan khusus untuk berziarah ke tempat ini, hanya membawa bunga sesaji, dan menyisipkan uang secara sukarela. Namun para peziarah yakin, semakin banyak mengeluarkan uang atau sesaji, semakin banyak berkah yang akan didapat. Untuk masuk ke makam keramat, para peziarah bersikap seperti hendak menghadap raja, mereka berjalan dengan lutut.
Hingga dewasa ini pesarean tersebut telah banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka bukan saja berasal dari daerah Malang, Surabaya, atau daerah lain yang berdekatan dengan lokasi pesarean, tetapi juga dari berbagai penjuru tanah air. Heterogenitas pengunjung seperti ini mengindikasikan bahwa sosok kedua tokoh ini adalah tokoh yang kharismatik dan populis.
Namun di sisi lain, motif para pengunjung yang datang ke pesarean ini pun sangat beragam pula. Ada yang hanya sekedar berwisata, mendoakan leluhur, melakukan penelitian ilmiah, dan yang paling umum adalah kunjungan ziarah untuk memanjatkan doa agar keinginan lekas terkabul.

Wisata Ziarah Pesugihan Gunung Kawi

"Gunung tidak perlu tinggi asal ada dewanya."
Pepatah populer di kalangan warga Tionghoa ini bisa menjelaskan kenapa Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sangat populer. Kawi bukan gunung tinggi, hanya sekitar 2.000 meter, juga tidak indah. Tapi gunung ini menjadi objek wisata utama masyarakat Tionghoa.
Tiap hari ratusan orang Tionghoa, termasuk orang pribumi naik ke Gunung Kawi. Masa liburan plus cuti bersama Lebaran ini sangat ramai. Karena terkait dengan kepercayaan Jawa, Kejawen, maka kunjungan biasanya dikaitkan dengan hari-hari pasaran Jawa: Jumat Legi, Senin Pahing, Syuro, dan Tahun Baru.
"Pokoknya selalu ramai, Mas," ujar Syaikoni (nama samaran) salah satu seorang pemandu wisata. Syaikoni memang tidak salah, saat berjalan kaki sejauh satu kilometer menuju pusat wisata utama (makam dan kelenteng), terlihat lautan manusia. Macam pasar malam. Pengemis ada sekitar seratus orang (anak-anak sampai orang tua). Toko-toko souvenir berdempetan hingga pesarehan.
Penginapan, kata Syaikoni, lebih dari 10 buah, dengan tarif Rp 30.000 hingga Rp 200.000. Restoran Tionghoa yang menawarkan sate babi dan makanan tidak halal (buat muslim) cukup banyak. Tukang ramal nasib. Penjual kembang untuk nyekar. Penjual alat-alat sembahyang khas Tionghoa. Belum lagi warung nasi dan sebagainya.
"Gunung kok ramai begini kayak di kota?" tanya salah seorang pengunjung yang baru pertama kesana pada Syaikoni.
"Gunung Kawi yang begini ini. Fasilitasnya sudah direnovasi oleh yayasan, ya, pakai uang sumbangan pengunjung. Mereka yang dapat rezeki, usahanya lancar, sumbang macam-macam. Akhirnya, dibuat bagus seperti sekarang," tutur Syaikoni, 33 tahun, asli Wonosari.
Dia sudah beberapa tahun menjadi pemandu wisata sekaligus pembawa barang-barang pengunjung. Syaikoni tahu banyak seluk-beluk Gunung Kawi. Usai kunjungan, kita bebas memberikan tips kepadanya. Tidak pakai tarif-tarifan buat guide ala Gunung Kawi.
Apa yang dicari orang-orang di Gunung Kawi? Kekayaan? Rezeki? Usaha lancar? Macam-macam niat orang. "Ya, kita olang mo beldoa semoga dikasih rejeki. Pokoke, usaha kita olang lancal lah," ujar seorang ibu asal Surabaya dengan logat khasnya tionghoa.
Jawaban sejenis disampaikan pengunjung lain. Karena itu, warga Jawa Timur kerap mencitrakan Gunung Kawi sebagai tempat pesugihan. Tapi, bagi kalangan kejawen, penggiat budaya Jawa, Gunung Kawi lebih dilihat sebagai tempat pelestarian budaya Jawa. Banyak ritual kejawen diadakan di sini secara teratur dan diikuti aktivis budaya Jawa di seluruh Pulau Jawa.
Kalau masuk makam dua makam tokoh yang telah dijelaskan diatas, pengunjung harus membeli kembang. Sebelumnya, bayar retribusi untuk Desa Wonosari Rp 2.000. Lalu, menyerahkan KTP (kartu tanda penduduk) atau identitas lain pada satpam untuk didaftar nama dan alamat. Sumbang lagi uang tapi sukarela. Jangan kaget kalau anda menjumpai banyak sumbangan atau retribusi di aset wisata Kabupaten Malang ini.
Saat saya masuk ke kompleks Gunung Kawi, hampir 99 persen warga keturunan Tionghoa. Anak-anak, remaja, profesional muda, hingga kakek-nenek. Orang-orang itu bersembahyang layaknya di kelenteng. Masuk ke makam, jalan keliling makam, sambil membuat gerakan menyembah macam di kelenteng. Tidak ada arahan atau instruksi, mereka semua melakukan gerakan-gerakan itu.
Hampir tidak ada Tionghoa itu yang beragama Islam. Kok begitu menghormati dan sembahyangan di depan makam Imam Soedjono dan Mbah Djoego? Apa mereka tahu siapa yang dimakamkan di situ? Belum lagi kalau kita bahas secara teologi Islam atau Kristiani tentang boleh tidaknya melakukan ritual di Gunung Kawi.
"Memang, Mas, semua orang yang datang pertama kali di Gunung Kawi pasti bertanya begitu. Saya juga nggak tahu kenapa. Yang jelas, sejak dulu ya begitu. Kalau sudah tradisi dan kepercayaan orang, ya, mau apa lagi?" kata Syaikoni dengan sangat sopan.
Para pemandu wisata di Gunung Kawi berusaha tidak menyinggung kepercayaan atau agama orang lain. Selain sensitif, mereka tak ingin bisnis mereka terganggu. Harus diakui, warga Desa Wonosari mendapat banyak berkah dari objek wisata Gunung Kawi. Tak sedikit penduduk mengais rezeki di kawasan Gunung Kawi mulai pemandu wisata, penjual bunga, warung, satpam, parkir, dan sebagainya.
Selain berdoa sendiri-sendiri, Yayasan Gunung Kawi menawarkan paket ritual tiga kali sehari: pukul 10.00, pukul 15.00, pukul 21.00. Ritual ini dipimpin dukun atau tukang doa setempat, namun harus pakai sesajen untuk selamatan. Siapa yang mau ikut harus mendaftar dulu di loket.
Tarif barang-barang selamatan ditulis jelas di loket yang bagus. Ada dua tipe selamatan agar keinginan anda (dapat rezeki, usaha lancar) tercapai. Bagi mereka yang percaya.
Pesugihan Gunung Kawi
Pengunjung antre membeli keperluan ritual
Berapa tarif selamatan? Berikut beberapa item yang umum digunakan, dan harga mengikuti kurs tentunya hehe..
  • Minyak tanah Rp 60.000
  • Solar Rp 100.000
  • Minyak goreng Rp 250.000
  • Beras Rp 400.000
  • Kambing Rp 500.000
  • Sapi Rp 7.500.000
  • Ayam Rp 25.000
  • Wayang kulit Rp 750.000
  • Ruwatan Rp 4.000.000
(Masih ditambah beberapa elemen lain yang sudah tentu menguras dompet pengunjung. Toh, antrean sangat panjang dari saudara-saudari kita yang hendak memburu rezeki di Gunung Kawi)
Melihat nilai rupiah itu, benar-benar membuat kita geleng-geleng kepala. Berdoa kok mahal amat? Apa ada jaminan jadi kaya? Apa Tuhan perlu begitu banyak sayur, makanan, daging, wayang kulit, ruwatan...? Kalau kita miskin, tak punya uang, apa harus utang untuk membeli barang-barang itu?
"Itu terserah pengunjung, Mas. Mereka yang percaya ya, nggak akan keberatan," jelas Syaikoni sambil tersenyum.
Di luar kompleks makam, ada Kelenteng Kwan Im. Lilin-lilin merah, besar, terus bernyala. Puluhan warga Tionghoa secara bergantian berdoa di sana. Disana juga ada ciamsi, ajang meramal nasib ala Tionghoa.
Sekitar enam kilometer dari kompleks makam ada pertapaan Gunung Kawi. Jalannya bagus. Kompleks ini pun penuh dengan ornamen Tionghoa. Di ruang utama ada tiga dukun yang siap menerima kedatangan tamu, berdoa agar rezeki lancar. Tapi sebelum itu si dukun membeberkan tarif selamatan yang jutaan rupiah seperti tertera di daftar harga di atas. Ah, keluar uang lagi!